Presiden Kasih Bantuan 52 Ribu Unit Rumah Layak Huni Kepada Warga Eks Pejuang Timor-Timur Di NTT  

usai ritual adat pembangunan 2100 unit rumah Bupati Kupang, Korinus Masneno didampingi Ketum FKPTT, Eurico Gutteres pose bersama tokoh adat
Usai ritual adat pembangunan 2100 unit rumah Bupati Kupang, Korinus Masneno didampingi Ketum FKPTT, Eurico Gutteres pose bersama tokoh adat

OELAMASI – Presiden repoblik Indonesia, Joko Widodo tahun 2023 ini memberikan 52 ribu rumah layak huni kepada pejuang eks timor-timor.

52 unit rumah layak huni ini dibagi menjadi 2 bagian, 25 ribu unit rumah layak huni bangun baru.

Dan, 27 ribu unit rumah akan di renovasi, saat ini baru dibicarakan 25 ribu rumah layak huni bangun baru belum membicarakan renovasi.

25 ribu unit rumah layak huni bangun baru membutuhkan anggaran Triliunan rupiah yang aka nada di NTT.

Dari 25 ribu unit rumah layak huni yang dibangun di Provinsi NTT, Kabupaten Kupang mendapatkan jatah 2100 unit rumah.

Sementara untuk Kabupaten TTS mendapat bantuan 1000 unit, Kabupaten TTU 2000 unit, Kabupaten Belu 3000 unit rumah, Malaka 2000 unit, Kota Kupang 1000 unit, Kabupaten Alor 500 unit dan sisahnya untuk daratan pulau sumba.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur, Eurico Gutteres dalam sambutannya saat ritual adat pelepasan lahan, Sabtu (14/1) di Desa Tolnaku.

Dikatakan lanjut, namun ada beberapa kepala daerah yang belum percaya adanya pembangunan rumah layak huni (RLH).

Salah satunya, Bupati Timor Tengah Selatan, Piet Tahun. Bupati TTS belum mempercayai mendapat bantuan 1000 unit layak huni di kabupaten TTS.

“ Saya bertemu bupati TTS, tapi bupati TTS ragu,” kata Eurico.

Karena keraguan Bupati TTS, Dia mengatakan bahwa program pembangunan rumah layak huni merupakan janji presiden saat menerima tanda bintang jasa utama di istana negara.

Dan dirinya hanya perantara sebab yang memiliki masyarakat merupakan Bupati bukan Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur yang diketuinya.

“Saya bilang pa Bupati, 1000 unit rumah yang dibangun di TTS untuk masyarakat dan melancarkan program bapak,” sesal Eurico.

Selain itu, pembangunan rumah layak huni bukan saja bagi warga eks pejuang timor-timur tapi juga untuk warga lokal.

Sehingga, pembangunan 2100 unit rumah layak huni di kampung adat timor, Desa Tolnaku kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang merupakan pembangunan perdana.

Pembangunan perdana yang dapat membuka mata para bupati agar tidak menyia-nyiakan bantuan perumahan ini.

Dari 25 ribu unit perumahan, Kabupaten Kupang 2100 unit, dan masih ada peluang untuk menambah kuota perumahan karena masih ada lahan.

“ Kita perjuangkan, kalau bisa jangan 2100 tapi 2600 kalau lahan cukup. Kalau lahan cukup jangan 2600 unit rumah bila perlu 3000 unit rumah,”

Hanya lahannya mau dari mana sehingga kehadiran para tokoh adat ini penting.

Bahwa benar, usulan serta penerima adalah nama pejuang eks timor-timur itu kepada eks pejuang timor-timur.

Tapi dalam pelaksanaannya presiden berpesan bahwa Eurico saya telah memberikan 52 unit rumah kepada pejuang eks timor-timur tapi jangan lupa masyarakat lokal,

“ Saya langsung bilang, pa presiden, Pa Presiden ini pa presiden baru omong tapi sebenarnya sudah lama kami lakukan,” ucapnya.

Hanya saja, 40 persen pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat lokal belum kita bicarakan bersama bupati Kupang.

Kisah bantuan Rumah Layak Huni

Dia juga menjelaskan perjuangan panjang untuk mendapatkan 52 unit rumah bantuan perumahan layak huni.

Dikisahkan berawal dari dirinya diberi penghargaan bintang jasa utama oleh presiden, Joko Widodo pada 12 Agustus 2021.

Setelah pemberian bintang jasa utama, dalam percakapan ringan Presiden menanyahkan persoalan pejuang eks timor-timur.

Lalu dirinya menjawab bahwa pejuang eks timor-timur sampai saat ini masih menghuni kamp pengungsi di Kelurahan Naibonat kecamatan Kupang Timur.

Dari ceritera singkat presiden meminta untuk membentuk tim, FKPTT membentuk tim 18 yang terdiri dari 18 orang.

Selanjutnya, tim 18 bertemu presiden Joko Widodo pada  25 November 2021.

Dalam pertemuan tim 18 bersama presiden Joko Widodo inilah presiden RI memberikan 52 ribu unit rumah layak huni kepada masyarakat NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *