Presiden Gelontorkan 1,5 Triliun Untuk Pembangunan 2100 Unit Rumah Layak Huni Di Kabupaten Kupang

Bupati Kupang Korinus Masneno dan Ketum FKPTT, Eurico Gutteres saat menghadiri ritual Pembangunan 2100 unit rumah layak huni
Bupati Kupang Korinus Masneno dan Ketum FKPTT, Eurico Gutteres saat menghadiri ritual Pembangunan 2100 unit rumah layak huni

OELAMASI –Lebih dari 1,5 Trilliun di gelontorkan Presiden repoblik Indonesia, Joko Widodo untuk pembangunan 2100 unit rumah layak huni di Kabupaten Kupang.

Anggaran sebesar itu, digunakan untuk pekerjaan 2100 unit rumah yang akan ditempati warga eks pejuang Timor-Timur.

2100 unit rumah layak huni ini akan dibangun di Kampung adat timor, Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang.

Hal ini dsiampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur, Eurico Gutteres dalam sambutannya saat ritual adat pelepasan lahan, Sabtu (14/1) di Desa Tolnaku.

Kata Gutteres, bahwa usulan serta penerima yang diusulkan atas nama warga pejuang eks timor-timur

Berawal dari 12 Agustus 2021 dirinya menerima bintang jasa utama di istana Negara kesatuan Repoblik Indonesia oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Saat itu, Presiden berjanji untuk memberikan bantuan perumahan layak huni kepada warga pejuang eks timor-timur.

Sehingga untuk menindaklanjuti bantuan perumahan layak huni kepada warga pejuang eks timor-timur dibentuklah “tim 18”.

Pada 25 November 2021, tim 18 kembali ke Jakarta lalu bertemu kembali presiden.

Dalam pertemuan itulah presiden memberikan 52 ribu unit rumah layak huni bagi warga eks pejuang timor-timur.

“ Terima kasih paling istimewa Presiden repoblik Indonesia, Joko Widodo yang sudah memberikan warga eks timor-timur 52 unit rumah kepada masyarakat provinsi NTT,” ucap Eurico.

Oleh karena itu, sebagai orang timor, sebagai rakyat indoensia tahu berterima kasih kepada pemerintah Indonesia terutama kepada bapak presiden RI, Joko Widodo.

“ Bapak Presiden Joko Widodo, kami Warga NTT tidak punya apa-apa yang dapat kami berikan selain doa dan ucapan terimah kasih,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut dengan presiden repoblik indonesia, Joko Widodo, kata Eurico, bantuan rumahan layak huni (RLH) yang diusulkan hanya untu warga eks pejuang timor-timur.

Tapi dalam pelaksanaannya presiden meminta bahwa 52 ribu unit rumah bagi warga eks pejuang timor-timur untuk tidak melupakan warga lokal.

“ Eurico, saya telah memberikan 52 unit rumah kepada pejuang eks timor-timur tapi jangan lupa masyarakat lokal,” ujar Eurico menirukan pesan Presiden.

Dan saat itu juga dihadapan Presiden, Dirinya langsung mengatakan bahwa sebenarnya pembagian dengan warga lokal tersebut dirinya telah memikirkan sebelum bertemu presiden.

“ Saya langsung bilang, pa presiden, Pa Presiden ini baru omong tapi sebenarnya sudah lama kami lakukan,” kata Dia dihadapan presiden.

Namun, 40 persen bantuan perumahan layak huni bagi warga lokal itu tidak pernah bicarakan bersama warga.

Ini merupakan hasil kerja keras sehingga pada akhirnya kita memperoleh bantuan perumahan 52 ribu unit rumah untuk warga eks timor-timur.

Pada kesempatan itu, Eurico juga berterimah kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebab bantuan rumah layak huni ini juga tidak terlepasnya.

Rumah Layak Huni Perjuangan FKPTT

Dia mengatakan lanjut bahwa pemberian rumah layak huni ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah perjuangan warga eks timor-timur kurang lebih 24 tahun di timor barat.

Selain terima kasih kepada Presiden dan Gubernur NTT, Eurico Gutteres juga mengucapkan terima kasih buat Bupati Kupang, Korinus Masneno dan seluruh kepala Dinas.

Sebab, atas bantuan perjuangan Bupati dan seluruh kepala dinas maka dapat dilakukan ritual adat pelepasan lahan di Burung untah Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu.

“ Kita bekerja keras akhirnya apa yang kita inginkan hari ini tercapai dan mulai dilaksanakan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa dengan mulai dilakukan ritual adat pembukaan lahan ini membuka mata orang-orang yang tidak percaya.

Orang-orang yang tidak percaya dengan Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur yang diketuai saya sendiri, Eurico Gutteres.

“ Selama ini kita terus berjuang tanpa mengenal lelah dan waktu bahkan melupakan keluarga,” sentilnya.

Kehadiran kita disini (Tolnaku,red) mungkin orang tidak tahu, mungkin juga orang tidak mengerti apa yang dilakukan.

Kehadiran kita semua disini dalam rangka ritual adat pembangunan 2100 rumah layak huni.

“Sebab, tanah ini ada pemiliknya. Pemilik itu bukan saja mereka yang masih hidup tapi mereka yang sudah mendahului kita,” Tegasnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *