GMKI Kefamenanu Selenggarakan Seminar HUT Ke-100 Kota Kefamenanu di Jemaat Sion Sasi

Ketua Cabang GMKI Kefamenanu
Ketua Cabang GMKI Kefamenanu, Thofilus Sanam

Kefamananu – GMKI Kefamenanu melalui panitia HUT Ke-100 Kota Kefamenanu memperingati satu abad Kota Kefamenanu dengan melakukan seminar di Gedung GMIT Sion Sasi Kefamananu, Jumat  (30/09).

Ketua Panitia HUT Ke-100 Kota Kefamenanu, Reti D. Tasekeb menyampaikan terima kasih untuk kerja kolektif semua unsur yang menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kegiatan seminar GMKI Kefamenanu ini adalah kegiatan kedua, dimana telah diadakannya event puisi dan esai dua bulan lalu untuk semua OKP dan mahasiswa di Kabupaten TTU,” kata Tasekeb.

Semuanya untuk mengedukasi dalam memperingati HUT Ke-100 Kota Kefamenanu.

Seminar GMKI Kefamenanu ini sebagai salah satu kesadaran untuk menampung ide dan gagasan berbasis data guna mendapat rekomendasi membangun TTU ke arah yang lebih baik.

Seminar GMKI Kefamenanu ini sebagai bentuk tanggungjawab pemuda sebagai tongkat estafet bangsa.

Ketua Majelis GMIT Sion Sasi, Pdt. Endang R. Balang, dalam sambutannya menekankan tugas membangun TTU bukan hanya pemerintah melainkan pemuda gereja dan GMKI.

Ketua DPRD Kabupaten TTU, Hendrikus F. Bana mengapresiasi pihak GMKI yang telah merancang seminar HUT ke-100 kota Kefamenanu.

“GMKI salah satu kekuatan pembangunan di Kabupaten TTU,” tukas Bana.

Bana berpendapat bahwa organisasi GMKI, GMNI, dan PMKRI telah mewarnai jejak historis di kancah nasional dan regional di bidang pembangunan.

Lanjut Bana bahwa, semangat dan kekuatan kebhinnekaan menjadi kekayaan pembangunan di Kabupaten TTU.

Menurut Melkisedik Bukifan, momen HUT Ke-100 Kota Kefamenanu mengingatkan kita untuk merefleksikan jejak perjuangan pembangunan dari pada founding father untuk Bumi Biinmaffo.

“Pembangunan yang telah diletakan oleh pendahulu semestinya diteruskan oleh pemimpin saat ini,” ujar Bukifan.

Melalui Seminar GMKI Kefamenanu ini dapat menggugah dan memberi kontribusi kepada para pengambil kebijakan baik itu pihak legislatif maupun eksekutif.

Seminar GMKI Kefamenanu, HUT Ke-100 Kota Kefamenanu dengan tema “Suara dari Jurang yang Dalam (Refleksi 100 Tahun Kota Kefamenanu) mengisyaratkan kita untuk bersama-sama dengan pemangku kepentingan mengatasi kesenjangan-kesenjangan yang terjadi di bumi Biinmafo.

” Dengan seminar dalam rangka menyongsong 100 tahun kota Kefamenanu ini harapan kita tidak ada lagi ketertinggalan dalam pembangunan, baik sebagai sumber daya maupun infrastruktur,” tutur Bukifan.

Menurut pemateri Yosef Serano Korbaffo, bahwa kegiatan seminar HUT Ke-100 Kota Kefamenanu yang diinisiasi oleh GMKI Cabang Kefamenanu merupakan salah satu bentuk ekspresi GMKI dan masyarakat untuk memeriahkan dan memperingati 1 abad kota Kefamenanu.

” Sekiranya event puisi dan esai kemarin, tidak hanya terbatas hanya pada perayaan 1 abad kota Kefamenanu, tetapi justru menjadi embrio yang akan mampu melahirkan/menelurkan kegiatan-kegiatan lainnya ke depannya,” ujar Korbaffo.

Ketua Cabang GMKI Kefamenanu, Thofilus Sanam mengatakan seminar yag dilakukan karena berbagai rintihan dari jurang yang dalam perlunya penanganan  secara serius oleh segenap elemen.

Sanam lanjutkan, seminar tersebut sebagai bentuk kesadaran dan keterpanggilan GMKI Kefamenanu dalam menyikapi isu ekonomi, pendidikan, pertanian, sosial-budaya, dan isu perbatasan RI-RDTL.

“Penanganan berbagai persoalan dari jurang yang dalam merujuk pada asal-usul nama Kefamenanu, bentuk geografis,” kata Ketua cabang GMKI Kefamananu ini.

Selain itu, kata jurang yang dalam merujuk pada ketertinggalan dari berbagai aspek yang perlunya pembenahan semua elemen.

Kegiatan seminar tersebut diisi dengan materi-materi yang melingkupi berbagai aspek, yakni, Peran mahasiswa dalam memaknai dan mengimplementasikan makna politik untuk kesejahteraan publik yang dibawakan Hironimus Sanak.

Materi berikutnya, Refleksi dan cita-cita HUT Ke-100 Kota Kefamenanu oleh Ketua DPRD Kabupaten TTU, Hendrikus F. Bana,  dan Pertumbuham dan cita-cita ekonomi (pendidikan) di Kabupaten TTU oleh Dr. Emanuel Be.

Serta materi Peran mahasiswa dalam pengembangan pertanian berbasis sistem agribisnis pada era 4.0 di kawasan perbatasan RI-RDTL oleh Melkisedik Bukifan

Begitu juga materi Pertumbuhan dan cita-cita pendidikan di Kabupaten TTU oleh Jose DC Verdial serta Materi Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Kabupaten TTU di kawasan perbatasan RI RDTL oleh Yosef Serano Korbaffo.

Peserta Seminar GMKI Kefamenanu

Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh 96 peserta dari unsur GMKI Kefamenanu, OKP Lokal (Imansa Kefamenanu, IMB Kefamenanu, Permamora Kefamenanu,  IKMA TTS Kefamenanu, dan Keramat Kefamenanu), pemuda GMIT Sion Sasi, serta mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Timor.

Seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piala kepada peserta dan pemenang event puisi dan esai yang dilaksanakan dua bulan lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *