Wujudkan Panen Padi 3 Kali Setahun, Distanpan Kabupaten Kupang Terkendala Alsintan

  • Bagikan
Kepala Distanpan Kabupaten Kupang
Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kanupaten Kupang, Pandapotan Sialagan

OELAMASI,SAFARI – Untuk mewujudkan masa panen 3-4 kali dalam satu tahun, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distanpan) Kabupaten Kupang masih terkendala dengan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Bukan saja Alsintan tapi juga air yang tersedia agar petani dapat melakukan panen padi hingga 3-4 panen kali.

Alsintan mencukupi kebutuhan pertanian sekalipun jika air tidak tersedia iniun akan menjadi masalah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kupang, Pandapotan Sialagan, Kamis (14/10/2021) diruang kerjanya.

Baca Juga:  Golkar Kabupaten Kupang Serahkan Hadiah Pemenang Sayembara “ Rakyat Bicara, Golkar Dengar”

Pernyataan ini disampaikan dalam menanggapi pernyataan Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Lecky Koli.

Koli meminta agar lokasi persawahan seperti yang ada di Desa Mata Air harus dilakukan panen 4 kali dalam setahun.

“ Kita di kabupaten Kupang belum bisa wuhjudkan itu, sebab masih kekurangan alsintan maupun ketersediaan air disawah,”kata Sialagan.

Sementara untuk lokasi persawahan kelompok tani Sulamanda di Desa Mata Air akan dipersiapkan menjadi lokasi sumber benih.

Kata Dia, Sesuai permintaan Gubenur NTT, Viktor B Laiskodat dan Bupati Kupang, Korinus Masneno agar kabupaten Kupang sudah meminta untuk menghasilkan sumber benih.

Baca Juga:  15 Desa Di Kabupaten Kupang, LKPJ Desa Terkendala Dengan Kwitansi Belanja

Keduanya meminta agar tidak boleh mendatangkan benih dari luar daerah.

“Distanpan Kabupaten Kupang harus ciptakan penangkar-penangkar baru yang dapat menyiapkan benih padi,”kata Dia.

Dikatakan bahwa selama ini kabupaten Kupang rata-rata hanya melakukan sekali panen (IP 100,red) dalam setahun.

Berbeda dengan Desa Mata air yang sumber airnya selalu tersedia dari mata air.

“Panen 4 kali itu rencana, tapi faktanya kita masih kekurangan air dan alsintan,”ujar Dia.

Baca Juga:  Di Taebenu Ada 60 Warga Terpapar Covid 19

Jadi lokasi sawah sekitar 7,5 hektar itu akan dijadikan wilayah koorporasi.

Dan, saat ini Distanpan kabupaten Kupang juga sedang mengharapkan agar Bendungan Raknamo segera digunakan agar persawahan Kulo doki dapat dimanfaatkan.

Jika Bendungan sudah digunakan maka area persawahan Kulo Doki yang luasnya mencapai 200 hektar sudah dapat dilakukan penanaman padi dari 3-4 kali tanam.

“Untuk wujudkan 3-4 kali panen syarat utamnya harus ada air,”kata Pandapotan.

  • Bagikan