Miris…!!! Di TTS Sekolah Tidak Punya Perangkat Laptop Dipaksakan Ikut ANBK  

  • Bagikan
SMPN Oemaman
Dengan 8 unit laptop hasil pinjaman siswa SMPN Oemaman harus mengikuti ASBN dirumah warga karena sekolah tidak ada akses internet.

SOE,SAFARINTT – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Oemanan Desa oemaman Kecamatan Kualin Kabupaten TTS Provinsi NTT tidak memiliki laptop.

Tapi karena program nasional dari Menteri Pendidikan sehingga diwajibkan mengukuti Assesment Nasional Berbasis Komputer.

Selain tidak miliki perangkat berupa laptop, SMPN Oemaman ini juga sulit untuk mendapatkan jaringan telkomsel.

Sehingga, pelaksanaan ASBN dilakukan dirumah warga dengan 8 unit laptop bagis 20 peserta ASBN.

Kepala Sekolah SMPN Oemaman, Yupieter B Berry yang dikonfirmasi media ini, Selasa (5/10/2021) melalui nomor hanphonenya membenarkan kondisi ASBN.

Kata Berry, karena sulit dapat jaringan Telkomsel di lingkungan Sekolah maka harus dicari dirumah warga.

Baca Juga:  283 Are Sawah di Bonle'u, TTS Gagal Panen

Dan, ASBN harus dilakukan Di Rumah Warga sebab sekolah kesulitan mendapat jaringan telkomsel.

“Peserta ASBN ada 20 siswa yang dibagi dalam 3 sesi dengan 8 unit laptop hasil pinjaman,”kata Berry.

Dia juga mengeluh sebab pada saat ASBN, listrik juga padam kurang lebih 1 jam, sehingga membuat para siswa harus menunggu.

“Kemarin sore sekitar jam 15.00 wita sempat istrik padam kurang lebih satu jam ini juga menghambat ASBN,”kata Berry.

Untuk jaringan telkomsel, sampai saat ini disekolah sulit mengakses bahkan digunakan untuk telpon saja sangat sulit.

Baca Juga:  Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Klarifikasi Tim PH Oknum Anggota DPRD TTS

“Jaringan Telpon, untuk berkomunikasi telp sulit sekali,”kata Bob sapaan akrab kepala sekolah SMPN Oemaman.

Pengetahuan siswa soal penggunaan perangkat apalagi internet ini juga sangat lambat.

Sebab, di sekolah tidak laptop sekolah yang dijadikan materi belajar.

“Anak-anak menggunakan internet merupakan hal baru bagi mereka sebab selama ini tidak ada atau jarang menggunkan internet,”ungkap Dia.

Bantuan Affirmasi Hanya Diatas Kertas

Kata Bob lanjut, sebenarnya SMPN Oemaman pernah mendapat bantuan perangkat berupa computer atau laptop itu tertuang dalam SK affirmasi tapi secara fisik tidak ada.

Baca Juga:  Kepala Sekolah SMPN 2 Semau Selatan Di Periksa Irda Kabupaten Kupang

“ Yang ada hanya SK, tapi tidak ada alat, sebab anngaran tersebut tidak dikirim ke rekening sekolah,” ujar Dia.

Karena tidak ada biaya yang masuk di rekening sekolah sehigga sekolah tidak dapat membeli perangkat untuk inventaris sekolah.

Begitu juga dengan dana bantuan affirmasi untuk chromebook juga dibatalkan karena sekolah belum memiliki jaringan listrik dan telp.

“Sebab sekolah belum permanen sehingga dari sisi keamanan barang tidak ada jaminan,”Ujarnya.

  • Bagikan