Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT Panen Padi Ciherang di Musim Panas

  • Bagikan
Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan
Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT, Lecky Frederich Koli panen padi Ciheran di musim panas

OELAMASI, SAFARINTT – Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT, Lecky frederich Koli melakukan panen di musim panas.

Jenis padi yang panen merupakan jenis padi Ciheran dan merupakan hasil panen ketiga oleh kelompok tani Sulamanda, Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Saat panen padi ciheran, Kadis Pertanian dan Tanaman pangan didampingi Sekertaris Dinas tanaman pangan Kabupaten Kupang, Amin Juaria.

Serta kepala Desa Mata Air, Beny kanuk, Koordinator PPL, Sekcam Kupang Tengah dan para petani.

Prosesi panen padi Ciheran dilakukan Dinas Pertanian dan tanaman Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga:  Dinas Pertanian NTT Dorong Kelompok Tani Sulamanda Tanam 4 Kali Setahun

Kepada awak media, Koli mengatakan bahwa NTT tidak kalah saing dengan daerah lain. NTT memiliki sumber air yang cukup namun saat ini perlu dibenahi ialah etos kerja petani.

Dinas Terus Dorong

Namun, apapun yang terjadi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan akan terus mendorong para petani agar bisa menanam 3-4 kali.

Terutama daerah yang mata air yang tidak pernah mati seperti daerah irigasi Lembor, daerah Sumba Barat, Sumba Barat Daya.

Serta daerah Waikelo sawah di Sumba Barat, Bena di TTS, Roti Klot di Belu dan Napun Gete di Sika serta Raknamo di kabupaten Kupang.

Baca Juga:  Dinas Pertanian NTT Dorong Kelompok Tani Sulamanda Tanam 4 Kali Setahun

“Itu daerah irigasi harus 3 sampai 4 kali panen dalam 1 tahun. Sebab ketersediaan air lebih dari cukup,”tutur Koli.

Sementara daerah lain tidak dapat mengejar daerah-daerah yang disebutkan cukup panen padi 2 kali saja sudah cukup sebab sumber mata air yang terbatas.

“ Ini Desa Mata Air, air selalu tersedia sepanjang tahun,”ujar Dia.

Lanjut Koli, daerah yang jadi focus untuk tanam 3-4 kali terutama bendungan yang sudah diresmikan Presiden.

“Itu wajib 3 kali tanam setahun,”tegas Koli.

Untuk menuju petani dapat panen 3-4 kali, Dinas Pertanian dan tanaman pangan akan melakukan petani dan PPL.

“ Untuk menuju tanam 4 kali dalam setahun perlu dilakukan pelatihan agar ketika memanfaatkan alat pertanian dapat bekerja secara optimal,”jelas Dia.

Baca Juga:  Dinas Pertanian NTT Dorong Kelompok Tani Sulamanda Tanam 4 Kali Setahun

Petani Masih Tanam Manual

Sementara Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa saat ini petani masih panen maupun tanam secara manual.

Belum menggunakan alat-alat pertanian yang memudahkan petani dalam menanam maupun panen.

“Bapak Kadis, Petani disini masih bekerja dengan cara manual,”ujar Dia.

Dia juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah provinsi untuk mendukung para petani.

Untuk kelompok Tani Sulamanda air yang tersedia menjamin untuk melakukan penanaman padi 3-4 kali dalam satu tahun.

  • Bagikan