Laporan Dugaan Penganiayaan Regina Inya Kaka Sudah Diterima Tapi Belum Diproses Polsek Kodi Utara

  • Bagikan
Regina Inya Kaka
Regina Inya Kaka yang dipukul Petrus Pati sehingga membuat salah satu mata membiru

Tambolaka, SN – Laporan dugaan penganiayaan Regina Inya Kaka sudah diterima sudah diterima tapi belum diproses Polsek Kodi Utara.

Laporan dugaan penganiayaan tersebut masih berada di meja piket belum dilanjutkan untuk pemeriksaan dan masih Pulbaket.

Ini disampaikan Kapolsek Kodi Utara, Ipda Ipda Daniel Thimotius Ndoen, Jumat (18/6/2021)

“Masih lengkapi keterangan, dan masih di Meja piket. Sabar ya katanya,”kata Ipda Daniel.

Sementara itu Kanitres Polsek Kodi Utara, Bripka Oris Ndiwal membenarkan hal tersebut.

“Ya benar ada laporan kemarin tetapi saya belum cek di Bagian piket,”kata Bripka Oris.

Baca Juga:  Langkah Berani Kapolsek Kodi Utara, Jelang Pilkades Sita Senjata Tajam Dari Warga

Dia mengatakan Ia akan mengecek laporan tersebut, sehingga dia minta agar pihak korban untuk bersabar.

“Nanti saya cek dulu ya,” Kata Kanitres Polsek Kodi Utara.

Dia juga meminta agar untuk memperjelaskan langsung ditanyakan di Kapolsek.

Kronologis Kejadian

Adapun kronologis Kejadian, pada Kamis, (17/6/2021), Malam itu ketika korban Regina Inya Kaka berada rumah.

Korban kaget, ketika Petrus Pati meminta Uang sebanyak Rp 2.000.000, kepada korban Regina Inya Kaka.

Petrus Pati menuduh Regina Inya Kaka berutang uang sebanyak Rp. 2 juta, padahal korban tidak pernah berutang Petrus Pati.

Baca Juga:  Kapolsek Kodi Utara Jadi Irup Deklarasi Damai Cakades

“ Padahal saya tidak pernah utang uang dari Petrus Pati, sebanyak Rp 2 Juta,”kata Regina Inya Kaka.

Ketika korban mengatakan tidak pernah mengutang dan mengambil uang dua juta rupiah.

Ketika mengatakan tidak pernah berutang, saat itu juga Petrus Pati aniaya Regina Inya Kaka.

“Dia falungku mata saya dan Dia niat jahat dengan saya, akhirnya saya melarikan diri ke keluarga,” kata Inya Kaka.

Keluarga Korban

Ketika Regina Inya Kaka memberitahukan kepada keluarga, keluarga bersama-sama dengan pihak Korban melaporkan Kejadian tersebut ke Polsek Kodi Utara.

Baca Juga:  Kapolsek Kodi Utara Pimpin Pemeriksaan Saksi Kematian Siswa SMA St. Alfonsius Waitabula

Sementara, Keluarga Korban, Stefanus Ra Mone dan Petrus Jaha Lara yang merupakan Saudara Kandung Korban langsung melaporkan Kejadian tersebut.

Setelah dilaporkan, korban diarahkan ke Puskesmas lakukan Visum.

“Ketika kami minta hasil visum, tim medis mengatakan nanti di serahkan ke Polsek Kodi Utara,”tutur Ra Mone

Sabtu, (19/6/2021) Korban dan keluarga ke piket Polsek Kodi Utara dan diarahkan untuk melaporkan ke Polres SBD.

“Harapan kami agar pelaku secepatnya di amankan oleh pihak Kepolisian,” ujar Ra Mone.

 

  • Bagikan