Salah Gunakan Dana Desa, Ini Nama Desa Di Kabupaten Kupang Yang Di Laporkan Warga

  • Bagikan
Sekertaris Inspektorat Daerah
Sekertaris Inspektorat Daerah, Yopi Nau

Oelamasi, SN – Beberapa Desa di Kabupaten Kupang yang telah di laporkan warga ke Inpektorat Daerah (Irda).

Kepala Desa di laporkan warga ke Irda Kabupaten Kupang sebab di duga telah menyalahgunakan dana desa.

Desa-desa yang di laporkan warga ke Irda kabupaten Kupang tahun 2021, dari Kecamatan Kupang Barat ada Desa Tablolong dan Desa Sumlili.

Hal ini di sampaikan Sekertaris Ispektorat Daerah, Yopi Nau di ruang kerjanya, Kamis (10/6/2021).

Sementara dari Kecamatan Semau ada Desa Huilelot serta Amarasi Selatan ada Desa Sahrain.

Baca Juga:  Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang Sampaikan Pengaduan ke Polres Kupang

Kata Dia untuk Kecamatan Amfoang Barat Daya, warga juga melaporkan Desa Manubelon dan Desa Bioba Baru.

Dan, Kecamatan Amfoang Utara warga melaporkan Kades Afoan serta Kecamatan Takari warga juga telah melaporkan Desa Kauniki.

Sementera untuk Desa Oefeto Kecamatan Amabi Oefeto warga melaporkan penjabat Kepala Desa soal penggunaan dana covid 19.

Namun, hal tersebut sudah di selesaikan saat rapat dengar Pendapat bersama DPRD Kabupaten Kupang.

“Dari total pengaduan yang masuk ini sebagaian merupakan masalah tahun 2020 dan sebagiannya di tahun 2021,”ujar mantan kabag Umum Sekwan DPRD ini.

Baca Juga:  Realisasi DTH Di Kabupaten Kupang Bagi Korban Seroja Baru Capai 50 Persen

Dia mengatakan kendala yang di hadapi oleh Ispektorat Daerah (Irda) Kabupaten Kupang tidak memiliki tenaga auditor.

Tenaga auditor hanya ada 2 orang, seorang ibu dan seorang bapak. Akibat dari tidak ada auditor ini juga berdampak pada penanganan setiap laporan warga.

Dikatakan bahwa tugas utama Inspektorat melakukan pengawasan internal.

Dalam melaksanakan pengawasan internal ketika ada pengaduan, inspektorat harus turun untuk menguji kebenaran pengaduan di lapangan.

Baca Juga:  Bupati Sumba Barat Daya Minta Pengadaan 10 Ekor Kuda Pakai Dana Desa

Inspektorat cek dasar pengaduan lalu cek administrasi, cek lapangan dan hasilnya di laporkan ke Bupati Kupang.

“Rekomendasi inspektorat bukan final untuk memfonis orang bersalah atau tidak,”ujar Nau.

Terhadap hasil temuan Irda dilapangan akan dilaporkan ke Bupati Kupang untuk mengambil keputusan.

Atau, berkoordinasi dengan instansi yang menangani Desa untuk mencari jalan keluar.

“Sebab, tugas Irda itu hanya terbatas pada pembinaan internal jika di temukan kesalahan,” tegas Nau.

 

  • Bagikan