Di Duga Tilep Dana Desa, Puluhan Warga Desa Leer Lapor Penjabat Desa Ke Irda Alor

  • Bagikan
Model Korupsi
Model Korupsi Dana Desa- Ilustrasi

Kupang, SN- Di duga tilep dana desa, puluhan warga Desa Leer Kecamatan Pantar Barat melaporan penjabat (Pj) Kepala Desa ke Inspektorat Daerah kabupaten Alor.

Laporan dugaan tilep ini di layangkan ke Irda kabupaten Alor untuk mengaudit serta memproses secara Hukum Pj Kepala desa.

Release laporan yang di terima media ini, Sabtu (5/6/2021) bahwa laporan yang di lakukan sesuai dengan penelusuran warga.

Di katakan lanjut dalam release laporan terhadap pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan di Desa Leer telah terjadi kejanggalan atau tidak sesuai dengan Mekanisme kerja.

Baca Juga:  Salah Gunakan Dana Desa, Ini Nama Desa Di Kabupaten Kupang Yang Di Laporkan Warga

Dalam release itu juga dicantumkan item-item laporan seperti pekerjaan rabat beton dengan nilai Rp. 476.820.000,-.

Anggaran Rp. 476.820.000,- tersebut di gunakan untuk lima (5) item pekerjaan.

Rabat beton 915 Meter dengan anggaran Rp. 377.555.200,-, Galian tiga (3) Unit dengan anggaran Rp. 23.995.000,-, Drainase satu (1) unit, dengan anggaran Rp. 24.409.500,-, Kroswi tiga (3) unit, dengan anggaran Rp. 28.387.900,-, 1 unit Deuker dengan Anggaran Rp. 22.472.400,-.

Baca Juga:  Sadis…!!! Warga Sumlili Mengadukan 18 Item Pekerjaan Dana Desa Ke Irda Kabupaten Kupang

Lima item pekerjaan ini di bagi di tiga wilayah, RW 01 Leer, Rw 03 Subarang dan Rw 04 Allung.

Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut hanya satu item pekerjaan yang terlaksana yaitu Rabat Beton itu juga baru terlaksana di dua wilayah/titik yakni RW 01 Leer dan RW 03 Subarang.

Sedangkan untuk satu titik, RW 04 Allung tidak terlaksana sampai saat ini.

Di katakan Pejabat Kepala Desa telah melakukan pengadaan Tandon dengan menggunakan Dana Desa tahun 2021 senilai Rp. 400.000.000,- dinilai tidak sesuai prosedur.

Baca Juga:  Leader Ismail, Milenial Usia 31 tahun Di Usulkan Golkar Masuk Bursa Bakal Calon Wabup Alor

Di sebabkan APBDes Leer tahun 2021 di ketahui belum asistensi di PMD kabupaten Alor.

Pengadaan Tandon bagi warga tidak sesuai dengan RAB, yakni Label pada tendon.

Bahkan waga siap bertanggung jawab untuk menyampaikan permohonan ini untuk lakukan Audit.

Di duga penyelewengan Dana Desa Tahun 2020/2021 senilai Rp. 625.116.533,-.

 

 

 

  • Bagikan