Luar Biasa !!! Takbiran Idul Fitri 1442 Di Mulai Dari Gereja Sion Lola di Desa Probur Utara Kabupaten Alor-NTT

  • Bagikan
Duduk Berdampingan
Duduk berdampingan : Umat Muslim dan Nasrani di dalam gereja Sion Lola. Baik umat Muslim dari Mesjid Rahmatullah Langleki dan Jemaat Gereja Sion Lola duduk menunggu takbiran serta pawai idul fitri 1442

Kupang, SAFARINTT,- Buat Terharu momen hari raya Idul Fitri 1442 di kampung Lola-Langleki Desa Probur Utara Kecamatan Alor Barat Daya kabupaten Alor-NTT.

Desa ini sampai saat ini kental dengan keakraban antar sesama pemeluk agama, satu dengan lainnya.

Ketua Pemuda Gereja Sion Lola, Desa Probur Utara, Enos Durakal mengatakan kegiatan ini di lakukan adanya kesepakatan antara gereja Sion Lola dan mesjid Rahmahtulah Lalengki Probur Utara.

Di bentuk kepanitiaan dan semua menyepakati bahwa takbiran Idul Fitri 1442 di mulai dari gereja. Kamis, (13/5/2021)

Sebelum Takbiran Ada Doa Pelepasan

“ Kita sepakat takbiran di mulai dari gereja,” kata Durakal.

Karena menggunakan gereja, sehingga sebelum takbiran di kumandangkan terlebih dahulu di lakukan ibadah secara iman Kristen.

Sebelum takbiran Idul Fitri 1442, sebagai penghantarnya doa dari gereja. Setelah berdoa baru di lakukan takbiran Idul Fitri 1442.

“ Jadi sembayang menurut iman Kristen untuk melepaskan saudara-saudara muslim yang melakukan takbiran,” ujar Durakal.

Setelah itu, penanggungjawab gereja melepaskan rombongan takbiran Idul Fitri 1442.

Karena jarak antara Gereja Sion Lola dan Mesjid Rahmatullah Langleki jaraknya kurang lebih 2 Km.

Jadi takbiran tersebut di lakukan dari gereja menuju mesjid.

Baca Juga:  Di Desa Halerman Kabel Listrik Mubasir, “Indonesia Terang” Sebatas Wacana

Setelah takbiran Idul Fitri 1442 di lanjutkan dengan halal bil halal bagi semua yang ada di desa Probur Utara.

Lanjut Durakal, sebenarnya di Desa probur Utara ini bukan hal baru sebab sudah di lakukan sejak turun temurun.

Hanya saja, selama ini tidak pernah di lakukan publikasi sehingga dunia luar tidak pernah tahu masalah persaudaraan yang ada di Probur Utara.

“ Saya dengar informasi bahwa kejadian seperti ini sudah terjadi sejak tahun 1960an,” jelas Durakal.

Ini berawal dari kesepakatan leluhur desa probur Utara tahun 1960an untuk membuat fondasi tiga buah rumah ibadat.

Fondasi tiga buah rumah ibadat tersebut di sepakati untuk di kerjakan sehari. Dan, itu mereka dapat melakukannya.

“ Tahun 1960an itu, orang tua dong sepakat, bangun fondasi 2 mesjid 1 gereja dalam sehari,” kata Durakal.

Sementara itu, ketua Remaja Mesjid Rahmatullah Langleki Probur Utara, Taslim memberikan alasan adanya takbiran Idul Fitri 1442 di mulai dari dalam gereja Sion Lola.

Kata Taslim alasan mendasar sampai takbiran Idul Fitri 1442 harus di mulai dari gereja serta sebelum di lakukan takbiran Idul Fitri 1442, di lakukan doa secara iman Kristen.

Baca Juga:  Pemkab Kupang Ucapkan Selamat Hari Idul Fitri

Lalu, penanggungjawab gereja Sion Lola melepaskan rombongan takbiran ke mesjid Rahmatullah.

Semua yang di lakukan kata Taslim, ini semata-mata hanya mau mempertahankan perjuangan para pendahulu yang telah mencetuskan kebersamaan di bumi Probur Utara.

Hal yang memotivasi terjadinya kegiatan takbiran Idul Fitri 1442 yang keluar dari dalam gereja karena selama ini yang terasa adalah adanya kesenjangan.

Ikut Jejak Pendahulu

Dasar yang telah di tanam oleh para leluhur sudah tidak menjadi kekuatan untuk merekatkan kembali persaudaraan yang ada di Lola dan lalengki.

“ Yang kami buat ini, bukan saja di kalangan pemuda ataupun remaja tapi masyarakat Desa probur Utara semakin bersatu, seperti yang telah di tanamkan para pendahulu,” kata Dia.

Baginya, dengan adanya dunia globalisasi banyak nilai budaya yang sudah mulai luntur.

Sementara adanya tali persaudaraan di dalam darah tidak dapat di pisahkan.

“ Kita buat ini Idul Fitri dan takbiran di dalam gereja karena para orang tua pernah bangun kesepakatan.

Lanjutnya, kesepakatan terbangun antara orang tua asal kampung Lola dan Lalengki saat itu.

Sehingga, kaum muda sekarang hanya menjalankan dan menjaga agar tidak luntur di makan zaman.

Baca Juga:  Eksotika Pantai Ling Al Salah Satu Destinasi Wisata Alor Yang Jarang Dikunjungi

Kegiatan ini di lakukan karena dari Mesjid Rahmatullah Langleki berpikir bahwa sejarah yang telah di tanamkan pendahulu di kampung.

Jangan sampai sejarah ini hilang sehingga pemuda gereja dan remas mesjid hanya mengangkat kembali.

“ Dari situ kita bangun komunikasi dengan gereja Sion Lola dan mereka meresponinya secara positif,” kata Taslim

Karena pemuda gereja meresponniya secara positif sehingga di bentuk panitia untuk pelaksanaan Idul Fitri 1442.

Ada Panitia Jemput Dengan Obor

“ Dalam rapat panitia, pihak mesjid maupun gereja bersepakat untuk pawai akbar takbiran Idul Fitri 1442 keluar dari dalam gereja,” tutur Dia.

Sambil takbiran dan pawai Obor, kata Ketua Remas Mesjid, sampai di halaman mesjid ada penerimaan rombongan takbiran.

Untuk menandai penerimaan itu,remaja mesjid maupun pemuda gereja membuat sebuah obor dengan cabang 3 buah.

3 cabang obor ini menandahkan bahwa, obor pertama di pegang oleh penanggung jawab gereja Sion lola.

Dan obor kedua di pegang Imam Mesjid Rahmatullah lalengki dan obor ketiga itu di pegang pemerintah desa.

“ ini Bukti bahwa di lalengki dan Lola ada persaudaraan yang tidak dapat di pisahkan oleh paham apapun,” kata Dia.

 

  • Bagikan