Kerugian PDAM Tirta Lontar Berkisar 100 Milyar

  • Bagikan
Tris Talahatu
Tris Talahatu (gbr, diambil dari facebook Tris Talahatu)

OELAMASI,SAFARINTT.COM,- Akibat badai seroja, PDAM Tirta Lontar milik Pemerintah kabupaten Kupang mengalami kerugian hingga 100 Milyard.

Kerugian ini di akibatkan pipa sambungan pelanggan maupun pipa induk semuanya alami kerusakan.

50 persen pipa Tirta Lontar mengalami rusak parah begitu juga dengan mata air. Selain itu, rumah-rumah bor juga mengalami kerusakan.

Keruskan ini mengakibatkan kerugian PDAM Tirta Lontar berkurang 50 persen. Kerugian akibat beberapa aspek ini juga berpengaruh terhadap pendapatan PDAM.

Ini di sampaikan Kepala Bagian Unit Instalasi PDAM kabupaten Kupang, Tris Talahatu, Senin (3/5/2021) di gedung DPRD Kabupaten Kupang.

Lanjut Talahatu, akibat kerusakan ini berpengaruh dengan pendapatan PDAM. Pendapatan PDAM juga berkurang selama bulan Mei 2021.

Baca Juga:  DPD II PAN Kabupaten Kupang Usung Kader Ikut Pilkada 2024

“ Jadi kalau air jalan normal itu di bulan Juni 2021,” kata Talahatu.

Dia juga mengatakan Pipa rusak akibat badai seroja untuk wilayah Kota Kupang sudah di perbaiki.

Hanya saja kerusakan yang berat itu di kabupaten Kupang sampai saat ini baru 50 persen yang di perbaki.

Sebab, kerusakan pipa yang paling besar itu ada di wilayah Kabupaten Kupang, khsususnya di Unit Oesao dan Unit Amabi Oefeto.

Perbaikan ini dengan menggunakan anggaran rutin PDAM Kabupaten Kupang.

“ Yang rusak ini pipa 6 kerusakan sekitar 4 Km,” kata Tris Talahatu.

Baca Juga:  Wabup Kupang Serahkan Bantuan APD Dari Ketua DPD Golkar NTT Ke 27 Kepala Puskesmas

Rusak Ringan Di Perbaiki Dengan anggaran rutin PDAM

Dia juga mengatkan lanjut, semua kerusakan sudah di sampaikan ke Balai Sungai NTT untuk di perbaiki.

Menurut informasi, kerusakan tersebut akan di kerjakan minggu depan oleh Waskita Karya (WK).

“ Karena itu instruksi pusat, sehingga di kerjakan oleh BUMN,” kata Talahatu.

Sementara PDAM Tirta Lontar juga mengalami kerusakan, itu kurang lebih ada 7 buah rumah pompa.

“ Atap sengnya terlepas karena tercabut dengan bangunan,” ujar Dia.

Itu akan di perbaiki dengan dana PDAM Kabupaten Kupang untuk di lakukan perbaikan.

“Dana perbaikan yang dikeluarkan PDAM untuk memperbaikinya sudah lebih dari Rp. 100 juta,” kata Talahatu.

Baca Juga:  Habel Mbate Buang Mic Depan Sekda dan Ketua DPRD Kabupaten Kupang

Lanjut Dia, untuk kerugian PDAM Tirta  akibat Seroja, ada beberapa kategori, pertama listrik, akibat listrik yang tidak menyala selama satu bulan, sumur bor yang menggunakan listrik selama sebulan tidak hidup.

“ 15 Sumur bor di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang mati total,” kata Dia.

Namun, di minggu pertama pemulihan badai seroja mesin bor sudah bisa mulai hidup satu persatu.

“ Sekarang rata-rata semua sumur bor sudah pulih, hanya beberapa sumber air saja yang belum pulih,” kata Talahatu.

Beberapa sumur bor ini belum aktif akibat longsor, seperti desa Bone kecamatan Nekamese.

  • Bagikan