Pentingnya Vaksin covid 19

  • Bagikan

Oleh :
JEKI ARIYANTO TOUDENGA

Mahasiswa :
Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Nusa Cendana

 

Pada awal tahun 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa Corona Virus Desease 19 (COVID-19) ditetapkan sebagai pandemi dan dianggap sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD).

Terkait hal tersebut, pemerintah Indonesia melakukan vaksinasi masal sebagai bentuk pencegahan terhadap penularan COVID-19.

Kegiatan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia saat ini sudah memasuki tahap kedua. Selain lansia, vaksinasi tahap kedua diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi sehingga berpotensi terpapar COVID-19 sangat tinggi atau disebut dengan pekerja publik.

Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah COVID-19.

Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar masyarakat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Di Kota Kupang, sebagian besar masyarakat masih meragukan vaksin COVID-19.

Baca Juga:  Owner Apollo Mall Ikut Vaksin Covid 19 Bersama Pedagang Pasar

Alasan keamanan dan keefektifan vaksin menjadi pertimbangan masyarakat.

Adanya disinformasi dan banyaknya berita hoax terkait efek samping setelah vaksinasi juga turut menambah keraguan masyarakat untuk ikut dalam program vaksinasi.

Vaksin bukanlah obat!

Vaksin berisikan komponen virus yang telah dilemahkan atau dimatikan (antigen) dengan tujuan untuk menggertak pembentukan antibodi spesifik terhadap virus tersebut.

Vaksin diberikan pada orang yang sehat untuk mencegah penyakit tertentu menjangkiti orang tersebut.

Vaksin COVID-19 merupakan bentuk pencegahan yang berfungsi mendorong pembentukan kekebalan tubuh spesifik terhadap penyakit COVID-19.

Baca Juga:  Wakil Bupati Kupang Ikut Pembukaan Sidang Klasis Sulamu, Warga Diingatkan Untuk Ikut Prokes Covid 19

Setelah divaksinasi, tubuh akan memberikan respon imun karena adanya antigen yang masuk. Respon paling umum yang terjadi yaitu demam, kram di sekitar bagian tubuh yang disuntik, rasa lemas,  dan nyeri pada punggung serta rasa kantuk.

Oleh karena itu, dianjurkan setelah divaksinasi agar banyak istirahat dan tidak melakukan aktivitas berat selama kurang lebih 3 hari.

Respon tubuh setelah divaksinasi seperti yang telah disebutkan diatas adalah respon tubuh yang normal!

Pembentukan antibodi atau imunitas tubuh akan mulai terbentuk pada hari keempat belas (2 minggu) setelah mendapat suntikan vaksin pertama.

Setelah 14 hari, akan diberikan dosis kedua dan imunitas yang penuh akan dicapai pada hari ke 28.

Karena adanya rentang waktu pembentukan imunitas maka setelah divaksinasi tetap dianjurkan untuk patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Baca Juga:  DPRD Tulungagung Di Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Menjaga daya tahan tubuh adalah hal yang penting dilakukan sebelum, selama, bahkan setelah vaksinasi COVID-19.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh untuk mendukung keberhasilan vaksin COVID-19 adalah terapkan pola hidup sehat, jangan sembarangan minum obat, hindari minuman beralkohol, perkuat imunitas tubuh dan tetap patuhi protokol kesehatan.

Awas berita hoax terkait vaksin COVID-19.

Diharapkan agar masyarakat mampu menyaring setiap berita yang beredar terkait vaksin COVID-19.

Disarankan agar masyarakat lebih merujuk pada informasi yang dikeluarkan oleh WHO, KEMENKES, DINKES dan khususnya SATGAS COVID-19.

  • Bagikan