4 Tersangka Yang Ditahan Kena Hasutan, Otak Pelaku Penyerangan Polisi Di Tuapukan Belum Ditemukan

  • Bagikan
Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung, S.IK berada ditengah mobil Polisi yang dirusaki warga saat demonstrasi

Oelamasi – Aksi demonstrasi di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang yang berujung pada pelemparan anggota polisi dan pengrusakan mobil dinas sampai hari ini polres kupang telah menahan 4 orang tersangkah. Penahanan 4 orang tersangkah tersebut sesuai dengan Penyidikan dan Penyelidikan dan LP nomor P.409/12.2020 tanggal 10 desember 2020. Setelah penahanan dan berdasarkan pengembangan kasus pelemparan dan pengrusakan ternyata 4 orang tersangkah, AP, PS, TS dan AM mendapat hasutan dari pelaku provokator dalam demostrasi tersebut.

Hal ini disampaikan Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung, S.Ik dalam konfrensi pers, Senin 15 Desember 2020 di Polres Kupang.

Dikatakan bahwa berdasarkan pengembangan dan keterangan saksi dan alat bukti lainnya bahwa 4 orang warga ini mendapat hasutan untuk melakukan penyerangan terhadap anggota Polres. Untuk itu, Polres Kupang terus melakukan pendalaman dan pengembangan masalah ini serta kemungkinan ada penambahan tersangkah serta menemukan otak pelaku penyerangan kepada polisi dan pengrusakan mobil dinas serta mobil warga.

Dikatakan bahwa kejadian pelemparan dan pengrusakan kenderaan berawal dari, keinginan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan pemilikan tanah yang saat ini ditempati. Polisi secara kelembagaan tidak menghambat penyampaian aspirasi tersebut, namun karena kegiatan tersebut sudah direncanakan yang mengarah ke perbuatan melawan hukum sehingga tetap dilaksanakan. Saat ini, seluruh dunia sedang dilanda wabah covid 19 seharusnya ada izin dari Satgas Covid 19, selain itu, untk menyampaikan aspirasi diperlukan surat pemberitahuan ke Polres untuk pengamanan.

“ Aksi tersebut polisi tidak berikan persetujuan karena tanpa pemberitahuan, selain itu pihak satgas covid 19 tidak memberikan juga tidak ada rekomendasi. Namun mengingat, penyampaian aspirasi polres kupang mmberikan ruang dan waktu yang tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Kapolres Manurung.

Polisi mmberikan waktu dan menghimbau untuk menerapkan protokol kesehatan, kenyataannya pengunjuk rasa menutupi jalan.

“ Polisi berusaha meminta untuk tidak melakukan aksi ditengah jalan yang mengganggu fasilitas umum mapun arus mudik kenderaan ternyata demonstran beringas. Sehingga terjadi pelemparan batu,” katanya lagi.

Batu yang digunakan untuk melempar polisi, kata orang nomor satu di Polres Kupang ini,  ada indikasi disiapkan oleh orang tertentu, sehingga saat terjadi kejar-kejaran Polisi dan demonstran, demonstran lal melempar polisi dan mobil polisi.

“Ada 3 mobil polisi yang rusak berat, kaca muka dan belakang dirusaki, dan ada salah satu mobil warga sipil yang rusak,” ucap Dia

Tersangkah yang ditahan akan tetap diberikan tindakan tegas dan tetap menjalankan proses hukum dan tidak menutup kemngkinan adanya tersangka-tersangkah baru yang akan disangkahkan.

“ Sebenarnya 4 orang yang ditahan merupakan korban, ada beberapa otak provokator yang mengajak dan memberikan hasutan kepada warga,” Ujarnya. (***)

  • Bagikan