Gereja Bethesda Tarus Peduli Kaum Rentan Di Tengah Covid 19

  • Bagikan
Majelis Jemaat Bethesda Tarus yang akan membagikan sembako ke kaum Rentan
Majelis Jemaat Bethesda Tarus yang akan membagikan sembako ke kaum Rentan

Oelamasi – Ditengah situasi pandemic covid 19 yang terus berkembang semakin pesat, semua elemen bangsa terus bergerak untuk bersama-sama melawan persebaran covid 19. Semua upaya pencegahan dilakukan termasuk didalamnya memberi penguatan kepada masyarakat yang terkena dampak covid 19, tanpa terkecuali Gerejapun. Gereja ikut berperan aktif dalam berbagai upaya baik itu pencegahan maupun upaya-upaya memberikan penguatan kepada jemaat lewat berbagai program kerja. Gereja juga dituntut untuk memberikan perhatian lebih kepada setiap warga jemaat yang benar-benar mengalami dampak buruk akibat dari covid 19.

Sembako yang akan dibagikan ke kaum rentan jemaat Bethesda Tarus Tengah
Sembako yang akan dibagikan ke kaum rentan jemaat Bethesda Tarus Tengah

Menjawab Tuntutan diatas, Pada hari sabtu tanggal 18 April 2019 Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) Bethesda Tarus Tengah Klasis Kupang Tengah memberikan bantuan berupa pelayanan kasih kepada kaum rentan (Anak-anak, Lansia, disabilitas maupun pelaku usaha kecil dan menengah) yang ada pada jemaat tersebut. Bantuan yang diberikan ditujukan kepada 314 Kepala Keluarga (KK).

Baca juga : Pemakaman Jenasah Di Jemaat Rehobot Oli’O Pakai SOP Covid 19
Bantuan yang diberikan bervariasi, kepada anak-anak/PAR berupa 200 paket alat tulis untuk menggambar dan mewarnai. Kepada Lansia, disabilitas maupun pelaku usaha kecil dan menengah diberikan 314 paket sembako. selain sembako pihak gereja juga memberikan bantuan berupa Alat Pelindung diri (Masker) sebanyak 1000 buah masker kepada jemaat GMIT Bethesda Tarus Tengah.

Kepada Awak Media, Katua Majelis Jemaat Bethesda Tarus Tengah Pdt. Bendelina Doeka – Souk, S.Th, MM Mengatakan, Kegiatan ini merupakan tugas dan tanggung jawab Gereja dalam memberi perhatian serius kepada jemaat Bethesda yang berdampak langsung akibat covid-19. Gereja yang hidup adalah gereja yang peduli kepada jemaat, dalam situasi seperti ini kita belajar memahami bahwa gereja sesungguhnya bukan lagi gedung tapi orang. Untuk itu kepada mereka kita wajib memberikan pertolongan bagi mereka akibat Covid 19.

Baca juga : Kasat Pol PP Pimpin Anggota Pantau Bagi Masker Gratis Di Pasar Oesao

” Kita tahu bahwa dengan diberlakukannya Social distancing/Phisycal distancing mereka mengalami dampak yang sangat serius, baik itu secara phsikis maupun fisik. Untuk itu kita harus bantu mereka “ujarnya.

1000 Masker yang disiapkan Majelis gereja dan akan dibagikan ke Jemaat
1000 Masker yang disiapkan Majelis gereja dan akan dibagikan ke Jemaat

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, Program ini merupakan keputusan Majelis Jemaat Bethesda Tarus Tengah yang bertujuan untuk membantu jemaat selama situasi belum normal. Ini sudah kami lakukan selama dua bulan dan tentu akan kami lakukan terus selama masa covid 19 ada.

Baca juga : Dharma Wanita Kab Kupang Bagi Masker Di Pasar Oesao

” Untuk itu kepada jemaat Bethesda saya menghimbau jangan panik, tetap kita beribadah dari rumah, mari kita menjaga jarak serta mematuhi semua anjuran pemerintah. Kita terus bawa dalam doa-doa kita setiap hari serta minta Pertolongan dan Kemurahan Tuhan sehingga kita dipulihkan dan dihindarkan dari wabah covid 19 ini,” Katanya.

Sementara itu Salah Satu Tokoh Jemaat Bethesda Tarus Tengah yang ditemui Martinus Lomanledo Menyampaikan Terima kasih banyak kepada pihak Gereja yang walupun dalam keadaan dibatasi, terus memberikan perhatian kepada jemaat lewat bantuan-bantuan atau pelayanan kasih yang ada. Ini tentu sangat baik sekali dan tentunya sangat menolong jemaat di saat-saat begini. Harapanya adalah Selain kita membantu berupa paket sembako kita juga merencanakan langkah –langkah pencegahan dengan Menyiapkan Alat Pelindung Diri (Masker) maupun melakukan penyemprotan secara rutin.

Baca juga : Tidak Ada Perhatian, Warga Teunbaun Kampung Ruantubuk Perbaiki Jalan Secara Sukarela

” Saya melihat bahwa Frekuensi kita perlu ditingkatkan lagi supaya dapat menjangkau semua jemaat. Kalau masih kurang kita bangun kerja sama dengan pemerintah untuk gotong royong membantu jemaat. Karena sesungguhnya jemaat adalah masyarakat dan masyarakat juga adalah jemaat,” ujar Lomanledo. (***)

  • Bagikan