Ruas Jalan Tarus – Oetete Material Pasir Yang Dipakai Penuh “ Lompor”

  • Bagikan
Pasir yang digunakan untuk pemasangan ruas jalan Tarus-Oetete.

Oelamasi – Pekerjaan ruas jalan Tarus- Oetete di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, material yang digunakan atau pasir yang dipakai untuk pemasangan tembok penahan penuh lumpur dengan abu. Sehingga, tembok penahan tersebut diprediksi tidak bertahan. Pekerjaan ruas jalan yang dikerjakan oleh PT. Cahaya Berlian Jaya Abadi tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khsusus dengan nilai Rp. 13 M tersebut diduga menggunakan pasir lokal dari sungai oetete, desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah.

Hal ini disampaikan beberapa sumber informasi pada Minggu, 21 Juli 2019. Sumber yang ada di Oetete Desa Mata Air tersebut menyebutkan seharusnya kontraktor pelaksana memperhatikan kualitas pasir yang digunakan sebagai tembok penahan tersebut.

“Kakak (wartawan,red) tolong datang liat jalan Tarus–Oetete, pasangan dong pakai pasir atau lumpur campur pasir,” kata sumber tersebut.

Dirinya menambahkan bahwa itu buktinya pekerjaan tersebut tidak diawasi secara baik oleh konsultan pengawas. Jika pengawasan dilakukan tentunya konsultan pengawas tersebut rabun ayam.

“Konsultan pengawasa rabun ayam ko,” ketus sumber tersebut yang merupakan salah satu konsultan pengawas jalan dan jembatan tersebut.

Sementara itu, sumber lainnya mengatakan, pengambilan pasir itu kelihatannya mengambil pasir dari sungai Oetete kecamatan Kupang tengah. Sehingga, harus di cek di RAB pekerjaan, pasir yang digunakan untuk pemasangan itu pasirnya berasal dari mana.

“ Coba cek RAB, pasir itu dalam kontrak ambil dimana,” ujar sumber lainnya.

Salah satu pekerja yang kerja di lokasi ruas jalan Tarus mengatakan bahwa dirinya tidak tahu pihak ke 3 yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Tapi, pasir yang digunakan diambil dari kali diatas gereja (sungai Oetete, red).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Kupang, Jefri Rote mengatakan ruas jalan Tarus-Oetete membantah pekerjangan pemasangan tembok penahan tersebut menggunakan pasir berlumpur. Pasanya, sesuai kontrak pasir yang digunakan sesuai kontrak itu diambil dari sungai Pariti dan Takari.

  • Bagikan