Lahan Pertanian Pukdale Dialih Fungsikan Jadi Lokasi Perumahan

  • Bagikan

Foto: Lahan pertanian dengan luas 34.393 M2 di desa Pukdale kecamatan Kupang Timur

Safari NTT.com, Oelamasi- Lahan pertanian dengan luas 34.393 M2 di desa Pukdale kecamatan Kupang Timur dalam waktu dekat akan diubah menjadi lokasi perumahan.

Pembangunan perumahan tersebut dalam rangka menjawab kebutuhan Pemerintah Kabupaten Kupang karena 90 persen PNS yang ada di Kabupaten Kupang berdomisili di Kota Kupang.

Hal inilah yang menjadi alasan bupati Kupang untuk mengeluarkan izin prinsip serta perizinan jenis lainnya untuk melakukan pendirian bangunan perumahan dimaksud.

Hal ini disampaikan Penanggungjawab proyek, Yohanes Kira di lokasi pembangunan Perumahan di Desa Pukdale, Jumat 24 Maret 2017 sekitar pukul 18.00 wita.

Kata Yohanes, Pembangunan Perumahan Madaline Residence 2 Oesao dengan developer PT. Citra Jaya Wiguna ini telah mengurus segala administrasi perizinan.

Perizinan tersebut diurus sebelum dilakukan pembangunan. Lokasi tanah yang dijadikan wilayah perumahan telah terjadi perubahan status dari lahan pertanian ke non pertanian.

Selain itu sesuai advise plan, Undang-Undang nomor 14 tahun 2015, lokasi yang akan dijadikan sebagai wilayah perumahan merupakan wilayah yang masuk dalam kategori kepadatan sedang.

Sehingga, dimungkinkan untuk membangun perumahan. ” Advise plan didapat dari Bappeda Kabupaten Kupang, izin prinsip, lingkungan hidup, izin lokasi dan IMB semuanya sudah dipenuhi baru dilakukan pengerukan tanah untuk pembangunan perumahan,” kata Yohanes.

Setelah ada perubahan peruntukan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pertanian dan disesuaikan dengan Rencana tata ruang (RTRW) dan advise plan baru diminta persetujuan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki.

Setelah mendapat persetujuan baru diterbitkan izin prinsip pembangunan.

” Untuk izin tidak ada masalah,” ucap Yohanes tegas.

Rencana pembangunan, kata Yohanes akan dilakukan pembangunan 254 unit rumah tipe 30 tersebut diawal April 2017.

Dan, peletakkan batu pertama akan dilakukan oleh Bupati Kupang sendiri.

Sementara itu anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Daud Ullu di konfirmasi terkait pembangunan perumahan Madaline Residence 2 Oesao mengatakan bahwa lokasi pembangunan yang dibangun perumahan tersebut perlu disesuaikan dengan Rencana Tata ruang.

Sebab, wilayah yang dibangun perumahan tersebut merupakan wilayah pertanian.

Lanjut Ulu, baik penjual tanah maupun pihak ketiga yang melakukan pembangunan perlu melihat secara jeli RTRW Kabupaten Kupang sehingga tidak merugikan masyarakat yang memiliki lokasi lahan pertanian di sekitar area perumahan yang akan di bangun.

” jangan buat susah masyarakat tani di sekitar lokasi perumahan. Karena itu lokasi pertanian bukan pemukiman,” tegas Ulu.

Untuk itu, Kata Ulu lanjut sebagai anggota Komisi C akan berkordinasi dengan ketua komisi untuk memanggil Direktur PT Citra Jaya Wiguna dan Bapeda Kabupaten Kupang serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendengar alasan dikeluarkan perizinan pembangunan.

(Paul)

  • Bagikan