183 Kuda Betina Asal NTT Bakal Dipulangkan Dari Jeneponto-Sulsel

Kuda Betina asal Reok-NTT bakal dikembalikan dari Jeneponto
Kuda Betina asal Reok-NTT bakal dikembalikan dari Jeneponto

JENEPONTO – 183 Kuda betina asal NTT terlantar di Pelabuhan Bungeng Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Pengembalian 183kuda betina ini diperkirakan mengalami kerugian belasan milyar.

183 ekor kuda yang didatangkan dari Pelabuhan Reok, Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga melanggar aturan admistrasi.

Kuda-kuda ini dikirim oleh CV. Sinar Sahlan dan UD Jempol Jaya kepada penerima Darling dengan Lau.

Dilansir dari Bugismakassar.Info, 183 ekor kuda betina tidak memiliki dokumen sehingga terlantar di pelabuhan Bungeng.

Dan Kuda-kuda betina ini terancam dikembalikan ke pelabuhan Reok, Nusa Tenggara Timur (NTT). pada Selasa (6/9).

Dari 204 ekor kuda yang diangkut dengan Kapal Sandang Pangan dari pelabuhan Reok menuju pelabuhan Bungen hanya 63 ekor kuda Jantan yang sesuai dengan dokumen.

Sedangkan 145 ekor kuda betina memiliki dokumen palsu dan 38 ekor kuda betina tak memiliki dokumen sama sekali.

Kapal Sandang Pangan berangkat dari Pelabuhan Reok, Manggarai Provinsi NTT, pada Minggu, (4/2) dan tiba di pelabuhan Bungeng, Senin (5/2).

Kapal ini mengangkut 204 kuda yang sebagian terancam dikembalikan ke Reok, NTT.

Penanggung Jawab Badan Karantina Pertanian Pelabuhan, Idrus saat ditemui mengatakan Kapal Sandang Pangan berangkat dari pelabuhan Reok-NTT,  ke Jeneponto mengangkut 204 ekor kuda .

Dari 204 ekor kuda yang memiliki dokumen hanya 170 ekor kuda, sisanya tidak memiliki dokumen dan fisik kuda tidak sesuai dokumen.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan dari dokumen yang ada kemudian dicocokkan dengan bukti fisik ternyata dari 170 ekor yang ada di dokumen,” kata Idris.

Sisanya 145 ekor tidak sesuai dokumen, di dokumennya kuda jantan namun faktanya kuda betina.

Selain itu, 38 ekor kuda tidak memiliki surat dokumen binatang.

Dikatakan Idrus, Badan Karantina Pertanian Pelabuhan Bungen memiliki dua berita acara penolakan kuda.

Penolakan yang pertama terhadap 145 ekor kuda betina yang tidak sesuai dengan dokumen dan kedua, 38 ekor kuda tidak memiliki dokumen sama sekali.

Secara tegas kata Idrus, akan mengembalikan 183 ekor kuda asal Reok-NTT yang diduga melanggar aturan admistrasi.

Pengembalian 183 ekor kuda ini sesuai dengan undang undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan yang dianggap tidak memiliki dokumen atau ilegal maka harus di karantina atau dikembalikan ke tempat asalnya.

Sementara Kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas- III Jeneponto, Rakib membenarkan adanya 2 kapal yang berlabuh di pelabuhan Bungeng mengangkut ratusan ekor kuda dari pelabuhan Reok-NTT.

Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Jeneponto, Bahtiar Gassing mengatakan hal senada dengan Idrus.

Bahtiar mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Ketua Satgas PMK Kabupaten Jeneponto, dalam hal ini Sekda Jeneponto, Arifin Nur.

Dan hasil koordinasi, Ketua Satgas PMK Kabupaten Jeneponto menegaskan agar semua kuda yang tidak memiliki dokumen dikembalikan ke daerah asal

Ketua DPD Poros Rakyat Indonesia wilayah Jeneponto meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk lebih tegas dalam menjalankan aturan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *