Ritual Adat Pelepasan Tanah Di Tolnaku Dihadiri Sekitar 1500 Warga

Ketuam FKPTT, Eurico Gutteres saat membawakan sambutan usai ritual adat antara warga Fatuleu dan warga eks timor-timur
Ketuam FKPTT, Eurico Gutteres saat membawakan sambutan usai ritual adat antara warga Fatuleu dan warga eks timor-timur

OELAMASI – Ritual adat pelepasan tanah di Desa Tolnaku dihadiri kurang lebih 1500 Warga.

1500 warga yang hadir dalam ritual adat tersebut dihadiri 2 bela pihak, mantan pejuang timor-timur dan 4 Desa warga Fatuleu, Desa Kuimasi, Desa Tolnaku, Desa Oebola Dalam dan Desa Camplong II.

Masyarakat yang mengikuti ritual adat bersukaria atas Pembangunan 2100 Unit Rumah yang dikerjakan tahun 2023.

2100 unit rumah ini didapat karena merupakan pemberian (atensi, red) kepada warga mantan pejuang timor-timur.

Ritual adat antara warga Fatuleu dan mantan pejuang timor-timur dilaksanakan di “Burung Unta” Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang, Sabtu (14/01).

Pelaksanaan ritual adat ini merupakan rangkaian acara yang akan mendukung kelancaran proses pembangunan 2100 unit perumahan.

Salah satu warga penerima bantuan rumah dari pejuang eks Timor-timur, Venancio Da silva mengatakan bahwa dirinya berasal dari eks provinsi ke-27 Negara Kesatuan Repoblik Indonesia.

“ Saya Sebagai warga Negara indonesia berasal dari eks provinsi ke-27 yakni timor timur yang telah tinggal dan menetap dipropinsi NTT kurang lebih Selama 24 tahun,” kata Da Silva.

Kata da Silva, selama 24 tahun menetap di Indonesia (NTT, red), sampai dengan saat ini masih bertahan hidup di kamp pengungsian dengan kondisi yang cukup memperihatinkan.

“ Dengan atensi khusus Bapak presiden Joko Widodo berupa 2100 unit rumah yang dibangun di kabupaten Kupang, kami sangat berterima kasih,” Ujarnya.

Ritual Adat Sambut Pemberian Presiden

2100 unit perumahan di kabupaten Kupang yang diberikan presiden Joko Widodo kepada mantan pejuang timor-timur, melalui Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) yang dipimpin Eurico Guterres.

Lanjut Da Silva, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan yg Maha Esa dimana, Sabtu (14 januari 2023) diadakan ritual adat.

Ritual adat yang menandai pembangunan Rumah 2100 unit rumah ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Bupati Kupang Korinus Masneno.

Serta masyarakat kecamatan Fatuleu yang dengan ikhlas menyediakan lahan tanah 92,66 hektar.

“ Lahan tanah untuk membangun rumah layak huni bagi Masyarakat kabupaten yakni kami Sebagai Warga Eks Timor-Timur,” kata Dia lagi.

Karena rasa syukur tersebut, lanjut Da Silva maka semua warga eks timor-timur seluruhnya menghadiri ritual adat yang dilaksanakan di Tolnaku.

Warga Kuimasi, Simon Ndeo mengatakan semoga pembangunan rumah di burung unta ini bisa berjalan dengan baik dan bisa selesai tempat tepat waktu.

“Harapan saya semua bantuan perumahan ini bisa di terima masyarakat sesuai dengan nama-nama yang di data oleh petugas” pintanya

Lanjut simon, Terimakasih juga ucapankan kepada pak Eurico Guterres karena perjuangan beliau bertemu presiden sehingga bantuan ini bisa di bangun di desa Kuimasi.

Untuk Warga Fatuleu sendiri kata Ndeo membuka 2 tangan untuk menenerima warga eks Timor-Timur.

“ Apalagi tadi sudah dilakukan ritual adat, itu merupakan sacral dan menjadi pengikat,” Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *