Anak TTS 1 Ini Diamankan Tim Buser Polsek Maulafa di Kampung Halamannya

Tim Buser Polsek Maulafa mengamankan Yohanes Selan di Polsek Maulafa.jpeg1
Tim Buser Polsek Maulafa mengamankan Yohanes Selan di Polsek Maulafa.jpeg

KUPANG – Usai menikam rekannya, JDN hingga meninggal dunia di RS Leona, anak TTS 1 ini, Yohanes Selan diamankan tim buser Polsek Maulafa.

Usai menikam JDN, Yohanes Selan atau Hansel melarikan diri ke Desa Poli Kecamatan Santian Kabupaten TTS.

Tim buser Polsek Maulafa dipimpin langsung Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga, Panit III Reskrim, Aipda Asikin serta anggota Polsek Boking, Ka Pospol Santian  Bripka Sefnat Saeh dibantu kepala desa Poli Lamech Afi.

Hal ini disampaikan Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga, Sabtu (31/9) melalui pesan whatsapp.

Penakapan terhadap Yohanes Selana di lakukan di kantor desa Poli kecamatan Santian, kabupaten TTS.

Yohanes Selan atau Hansel merupakan pelaku penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Ini berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/B / 165/ IX/ 2022/SPKT/Polsek Maulafa/Polresta Kupang kota/ Polda NTT, tanggal 27 September 2022.

Setelah penangkapan, selanjutnya TSK dibawah tim buser menuju Polsek Maulafa guna dilakukan pemeriksaan.

Yohanes Selan merupakan seorang berumur. 23 tahun. Pekerjaan. Sopir tembak. Alamat. desa Poli Rt. 002 Rw.002 kecamatan  santian kabupaten TTS.

Sebelumnya, diberitakan media ini gara-gara menengak minuman keras jenis lokal, Sopi, Hanis Selan alias Hansel menikam temannya yang hendak mengantar kawan ceweknya pulang.

Korban JDN yang ditikam Hansel saat itu, hendak pulang mengantar teman ceweknya, Maya Tungga.

Kejadian penikaman ini terjadi, Selasa (27/9) didepan Swalan Roxi, Jalan  Tabelak I Rt.007.Rw.003, Kel.Oepura, Kec.Maulafa Kota Kupang sekitar sekitar pukul 17.30 WITA.

Saat itu, Korban JDN dan pelaku, Hansel bersama lebih dari 8 orang sedang mengak minuman keras lokal, jenis Sopi di depan swalayan Roxi.

Sedang asyik menengak minuman sopi, korban JDN hendak mengantar pulang teman cewek Maya Tungga.

Namun, TSK, Hanis Selan menghalangi, sehingga terjadi perdebatan hebat dan saling memukul.

Ditengah pertengkaran pelaku, Hanis Selan mengambil pisau yang berada di pinggang temannya lalu menikam korban sebanyak 1 (satu) kali di rusuk bagian kiri depan.

Akibat tikaman pelaku tersebut, korban JDN mengalami luka dan di bawah ke Rumah sakit Leona oleh Maya Tungga dan Gifin Sualima guna dilakukan penanganan medis.

Sampai di Rumah sakit Leona, korban menghembuskan nafas terakhir kurang lebih pukul 15.55 wita.

Untuk itu, sebagai saksi, ada 3 orang, 2 orang berstatus pelajar, baik pelajar SMP maupun SMA dan satunya berstatus wiraswasta.

Saksi-saksi penikaman terhadap korban JDN antara lain, Maya Tungga, Perempuan (17) pelajar SMA Negeri 5 Kupang.

Nando Manu, laki-laki (23) pekerjaan swasta dan Gifen Sualima, laki- laki (14) pelajar SMP Negeri 13.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *