Kupang – Salah satu guru honor mewakili istri dan seorang rekan guru honor lainnya dari Desa Kiufatu Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) harus menelan pil pahit karena ditipu oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), Imanuel Taneo. Ketiga guru honor ini guru honor dijanjikan oleh Imanuel Taneo untuk menjadi ASN dengan menyetor uang sebesar masing-masing Rp. 15.000.000 (Lima belas juta rupiah). Dijanjikan menjadi ASN oleh Imanuel Taneo tersebut sejak tahun 2018 tapi sampai dengan saat ini janji tersebut tidak direalisasikan.

Hal ini disampaikan salah satu guru honor, Jerry Benu asal desa Kiufatu Kecamatan Kualin Kabupaten TTS ketika ditemui media ini di sekitar Oesapa beberapa waktu lalu.

” Kalau saya dengan istri tambah kunyadu kita kumpul masing-masing Rp.15.000.000,- sehingga kalau tiga oranf maka uang yang kita serahkan sebesar Rp. 45 juta.

Kata Benu, operandi yang dimainkan, menyuruh orang tuanya untuk mencari tenaga honor di Kecamatan Kualin untuk diangkat jadi ASN. Orang tua, Imanuel Taneo bertemu dengan orang tua dari tenaga honor lalu memberitahukan informasi yang disampaikan oleh Imanuel Taneo dan menyetor jumlah uang hingga belasan juta rupiah.

Setelah ada kesepakatan antara orang tua, uang tersebut diantar oleh guru honor ke kediaman Imanuel Taneo di Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang. Ataupun, Imanuel Taneo menjemput tenaga honor yang mengantar uang tersebut di Pasar Oesao.

Untuk menambah kepercayaan guru honor dirinya membuat kwitansi, namun kwitansi yang dibuat isinya berbeda dengan pembicaraan perjanjian diangkat jadi ASN. Dalam kwitansi tersebut isinya memuat pinjaman pribadi.

Uang yang diambil kata, Benu kepada korban selalu dikatakan bahwa uang itu digunakan untuk memperlancar proses pengangkatan jadi ASN.  Uang tersebut akan dibagi-bagikan kepada para pejabat yang berkompeten didalam pengangkatan ASN.

Baca Juga:  Surat Suara Satu Kontener "Merapat" Di KPU Kabupaten Kupang

Lanjut Benu, karena pernyataannya tidak sesuai realita sehingga dirinya melaporkan Imanuel Taneo di Kantor Desa Kiufatu untuk dicari jalan keluar. Setelah laporan tersebut, Kepala Desa Kiufatu menelpon Imanuel Taneo agar ke Kiufatu dan menyelesaikan perjanjian kedua bela pihak tersebut.

Namun apa yang diharapkan, Imanuel Taneo untuk hadir dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil sehingga Kepala Desa menelpon Imanuel Taneo, dalam telp tersebut masih saja hal yang sama bicaranya berputar-putar tidak mengarah pada tujuan.

Sedangkan oknum ASN Setda Provinsi, Imanuel Taneo yang dikonfirmasi beberapa kali melalui nomor WhatsAppnya +62 812-3911-7xxx tidak menjawab konfirmasi tersebut. Bahkan beberapa kali di kontak nomor tersebut berada diluar jangkauan  (***)

Comments

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

comments

Powered by Facebook Comments

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia